Menatap Tanahair dari Tanah Blair

Blog EntryWho Guess, HughesApr 19, '05 2:22 PM
for everyone

Derai air mata, dan tangis sesenggukan Dewi Hughes, menggenapi seluruh duka dan luka. Capek menjalani proses perceraian, presenter Angin Malam dan Mimpi Kali Ye itu mencurahkan seluruh isi hati. Tak tanggung, entah angin dan mimpi apa, segala aib pun dibongkar. Mulai soal sepele, soal bau mulut, hingga berjuta pele, (maaf!) kelainan seks. Siapa sangka, Hughes yang selalu tampil sumringah ternyata menyimpan dukacita menganga.

Mungkin curahan ini akibat gelegak jiwa yang tersumbat begitu lama. Mungkin pula bagian dari muslihat pengacara, yang ingin mencipta public pressure. Terserahlah.

Bersamaan dengan cerita pilu Hughes, publik Inggris disajikan pemukulan bintang sepakbola Wayne Rooney, terhadap yayangnya Coleen McLoughlin, di sebuah pub, di Manchester. Coleen akhirnya memaafkan kekasihnya yang emang ringan tangan, dan ringan memaki itu. Ada yang bilang, Coleen terang aja gak mau pisah. Soalnya koleksi tas dan sepatunya yang seabreg dan mahal, courtessy to kartu kredit Rooney. Tuntas antara keduanya, tak berarti soal beres. Kontrak Rooney dengan Nike, senilai 5 juta Pound, dan Cocacola (1 juta Pound) terancam diputus. Alasannya, perilaku dia sebagai public figure harus mewakili image perusahaan.

Inilah sisi lain dari popularitas, kehidupan pribadi menjadi santapan publik. Sebagai selebritis, perilakunya menjadi panutan dan dipantau banyak orang. Apakah Hughes menyadari ini. Bintangnya yang bersinar, sebagai selebritis yang menjungkirkan pemeo artis haruslah kurus dan langsing, bisa saja meredup. Bisa jadi Hughes akan bilang, sebodo teuing dengan karir (artinya: apalah arti karir dibanding sakit hatiku). Atau ia belajar dari SBY, yang popularitasnya menaik, justru setelah "dizalimi". 

Udah ah, aku bukan pengamat artis, bukan pula wartawan gaul. Nulis Hughes, hanya jalan untuk ucap: Selamat hari Kartini!. Semoga kaum perempuan semakin bergaya berjaya.


15 CommentsChronological   Reverse   Threaded
fuadi wrote on Apr 20, '05
mantap kali slamat kartininya. btw, nonton tv indo lewat internet gak brebet2 gambarnya bang. liputan6 ato yang lain?
latief wrote on Apr 20, '05
fuadi said
btw, nonton tv indo lewat internet gak brebet2 gambarnya bang. liputan6 ato yang lain?
Agak2. Maklumlah, komputer ejaan lama, tak sinkron sama teknologi sekarang he..he.. Tapi lumayanlah, air mata Hughes sih tetap keliatan ha..ha..
ingwuri wrote on Apr 20, '05
latief said
air mata Hughes sih tetap keliatan
Di sebelah mana bang?
Itu bukan air mata kali bang, tapi make up-an
nenden wrote on Apr 20, '05, edited on Apr 20, '05
cerita hugeus.. dah bosan liatnya, tiap jam di tiap stasion tv swasta di indo pasti nayangin cerita hugeus yang lagi nangis ato cerita bantahannya avin suminya hugeus itu... simpati juga ma hugeus tapi sekaligus jijik ma keduanya soal pribadi bisa jd konsumsi paublic, mungkin karena dia public figure kali ye.. tapi mungkin ga sih untuk hanya di bongkar di ruang sidang aja.. jangan depan kamera gitu lho..
acara sctv dah selesai yang ngebahas belajar dari kasus mulyana.. walah banyak banget kasus korupsi di indo.. berapa banyak lagi kasus yang bakal terbongkar? ato berapa banyak lagi orang yang akan di jebak?
bagaimana keadaan negeri ini 5-10 tahun mendatang.. :((
ingwuri wrote on Apr 20, '05
nenden said
berapa banyak lagi kasus yang bakal terbongkar? ato berapa banyak lagi orang yang akan di jebak?
bukannya malah bagus Nen, kalo semua kebongkar, meski harus dengan jebakan, para koruptor kan bisa masuk penjara semua.
latief wrote on Apr 20, '05
ingwuri said
Itu bukan air mata kali bang, tapi make up-an
air mata asli kok wur
latief wrote on Apr 20, '05
nenden said
tapi mungkin ga sih untuk hanya di bongkar di ruang sidang aja.. jangan depan kamera gitu lho..
mestinya begitu neng
mungkin muslihat pengacara kali ye..
imazahra wrote on Apr 20, '05
latief said
Atau ia belajar dari SBY, yang popularitasnya menaik, justru setelah "dizalimi".
Masih panjang kerja sosial untuk meminimalisir kekerasan yang melingkupi makhluk bernama perempuan. Sebagai sosok ibu, perempuan seringkali dipuja dan di'angkat' setinggi langit keberadaan dirinya. Namun sebagai istri, anak, pacar, rekan kerja dan lain-lain, nanti dulu... Ada banyak spektrum dan nilai-nilai yang tidak konsisten yang dianut masyarakat dunia. Selama ada kehidupan, sepanjang itu pula kekerasan kemanusiaan berlanjut.

Soal Hughes Bang, janganlah su'udzhon, kita tidak tahu isi hati orang. Hanya Tuhan yang mengetahui kebenaran relasi mereka. Namun, berdasar pengalaman saya bekerja di women crisis center (Rifka Annisa) dari data ratusan klien yang kita dampingi, mereka biasanya baru 'berani' bicara setelah mereka mengalami berbagai lapis kekerasan yang sudah tak tertanggungkan. Sebagaimana kita mafhumi bersama, perempuan di Indonesia sejak kecil 'dididik' untuk mengalah, bersabar, lembut, nrimo dan seterusnya. Sehingga ketika kekerasan teralami, butuh 'keberanian' tersendiri untuk bicara.
iniaku wrote on Apr 20, '05
aku udah reply nih... tp kok gak ada yah :(
seblat wrote on Apr 20, '05
baru saja aku mau bikin tulisan tentang Kartini, tetapi begitu baca jurnal abang satu ini..... langsung minder.. top banget sih..ga jadi gua.. cari tema lain ah...
lagian.. mengapa harus kartini.. lebih seksi Ratu kalinyakmat.... lebih gahar lagi, hehehe.. selamat Kartinian....
latief wrote on Apr 21, '05
iniaku said
aku udah reply nih... tp kok gak ada yah :(
Kok bisa...
latief wrote on Apr 21, '05
Soal Hughes Bang, janganlah su'udzhon, kita tidak tahu isi hati orang. Hanya Tuhan yang mengetahui kebenaran relasi mereka.
Betul, hanya mereka berdua dan Tuhan yg tahu. Bisa jadi dia udah cerita ini ke banyak orang. Psikiater (Sartono), ibunya, kawan baiknya. But, kenapa ke publik, bukan kepada hakim. Dan disaat pengacaranya mulai "kewalahan" pula. Sorry, aku tak ingin membentuk opini publik, atau menghakimi lho.
latief wrote on Apr 21, '05, edited on Apr 21, '05
Alah, kita juga minder liat disainnya Seblat. Merah, gahar. Eh, Ratu Kalinyakmat, siapanya Ratu Laut Selatan???
imaabdul wrote on Apr 22, '05
Kata Babeh..."Udah ah, aku bukan pengamat artis, bukan pula wartawan gaul" (sebel nih ngga bisa2 quote highlighted section-nya doang)

yg bener? ah Babeh suka bo'ong...perasaan Ima dapet cerita artis dari Babeh mlulu deh... ;)
latief wrote on Apr 22, '05
Babeh suka bo'ong...perasaan Ima dapet cerita artis dari Babeh mlulu deh... ;)
Maksudnya cerita soal Benyamin dan Ida Royani..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help