Menatap Tanahair dari Tanah Blair

Blog EntryBukan Pejabat KampunganApr 18, '05 1:29 PM
for everyone

Aku baru saja menyelesaikan tugas membersihkan pojok lobby, saat mata tertumbuk pada dua sosok yang sedang mengobrol. Aku merasa familiar dengan wajah keduanya. Setelah scanning dan tuning ingatan sejenak, aha..!, yang satu Charles Clarke, dan lainnya Ian Gibson. Clarke sering nongol di tipi dan koran. Sebab ia adalah Menteri Dalam Negeri dan petinggi Partai Buruh. Gibson, sebulan lalu, datang ke rumah sakit ini, mengikuti rapat karyawan yang menuntut kenaikan gaji. Mereka adalah Member of Parliament (MP) Inggris, daerah pemilihan Norwich. Istilahnya mereka sedang pulang kampung menengok rumah sakit. Apalagi, masalah kesehatan (NHS) merupakan soal sensitif yang menjadi tema kampanye saat ini.

Tapi sungguh keduanya bukan pejabat kampungan yang harus disambut. Tak ada keriuhan berarti, meski sedang ada tamu "besar". Berdua mereka ngobrol seperti keluarga pasien belaka. Tak ada pejabat rumah sakit yang mendampingi. Aku penasaran. Aku ikuti apa saja yang mereka lakukan. Di pojok, ada seseorang yang menurut naluriku, pengawal tertutup. Lalu, ajudan mendekat. Agaknya memberi tahu mobil sudah ready. Mobilnya Clarke, Mendagri itu, jenis MVP merk Ford. Mereka, Clarke, ajudan, dan sopir pun pergi, tanpa vorijders dan sirene memekakkan telinga. Akan halnya Gibson, karena hanya MP bukan Menteri, ngeloyor tanpa ajudan. Mungkin ia nyetir sendiri, karena gaji sopir amatlah besar disini. Waktu datang menghadiri rapat karyawan sebulan lalu, ia juga datang tanpa disambut. Malah disuguhinya cuma minum air putih, dengan menuang sendiri dari botol ke gelas plastik.

Betul-betul negara "tak beradat". Bayangkan kalau ini di Indonesia. Paling tidak sang menteri membawa kepala biro humas, kepala dinas kesehatan (karena ini kunjungan ke rumah sakit), bupati lokasi rumah sakit berada, kapolres, dandim, dua polisi bermotor gede, satu truk polisi, dan puluhan ajudan bersafari. Rumah sakit akan menyeleksi perawat yang kinclong (atau bila tidak tersedia, menyewa artis lokal), serta tak lupa mendirikan tenda, memesan katering, dan musik kibod. Wong pejabat, je. Masak tak disambut. Dimana kesopanan dan kesantunan itu.


Kunjungan salah satu Bupati di Propinsi Sumbar

Berapa besar negara ini menghemat biaya dan waktu, dengan menghilangkan tradisi sambut menyambut ini. Aku masih berdiri menerawang dari balik dinding kaca yang lebar, saat bahuku dicolek. Supervisor memintaku mengelap meja resepsionis. Duh, jam istirahat masih lama.


30 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nenden wrote on Apr 18, '05
maklmum aja orang indo kebanyakan orang yang gile jabatan.. pengen punya krjaan tapi harus yang jabatannya luhur.. biar bisa di banggain.. getuh katanya.. mungkin juga biar bisa di jadikan sandaran buat nunjuk2 orang buat ngelayani dia.. walaaaaaaaaaaahhh.. kacau banget negeri indo ini.. warisan dari siapa ya ?
latief wrote on Apr 18, '05
nenden said
warisan dari siapa ya ?
Mahap pisan, sumpah bukan saya
tianarief wrote on Apr 18, '05
makanya bang, kalo entar ente mo jadi penjabat, lekas pulang. jangan di inggris, di indonesia aja. setingkat kepala desa aja bisa wara-wiri pake bmw --biar pun tahun lawas. kalo pejabat di sini, rezekinya pun ngocor, tidak seperti rakyat jelata yang netes-netes. hidup indonesia! :P
ingwuri wrote on Apr 19, '05
latief said
Paling tidak sang menteri membawa kepala biro humas, kepala dinas kesehatan (karena ini kunjungan ke rumah sakit), bupati lokasi rumah sakit berada, kapolres, dandim, dua polisi bermotor gede, satu truk polisi, dan puluhan ajudan bersafari.
datangnya naik mobil chamry sisa hasil KAA Bandung, euy!
jejaklangkah wrote on Apr 19, '05, edited on Apr 19, '05
latief said
Berapa besar negara ini menghemat biaya dan waktu, dengan menghilangkan tradisi sambut menyambut ini.
Kayaknya ini sisi mentalitas dan tradisi priyayi yg gelap deh bang. Tradisi sambut menyambut sptnya sudah mengurat-daging. Dulu aja para pembesar pribumi (pangreh praja) dan Olanda di Hindia Belanda ini suka sekali dipayungi warna emas saat berkunjung ke suatu tempat. Rakyat pun diperintah keluar dari rumah buat sambut itu pejabat. Bahkan para jelata disuruh jongkok dan bersimpuh. Sayangnya kita tak pernah berubah, selalu berpusing pada ego kepriyayian. Saya kira di berbagai negara Eropa dahulu juga pernah mengalami hal ini, namun mereka sudi merubah tradisi yg keliru.

"sejarah selalu terulang meskipun tidak sama persis"

salam,
iniaku wrote on Apr 19, '05
Saya kira di berbagai negara Eropa dahulu juga pernah mengalami hal ini, namun mereka sudi merubah tradisi yg keliru.
kadang sering terlintas pikiran... kenapa dulu kita gak dijajah jerman aja yah, walaupun lebih baik lagi gak dijajah... but at least jerman itu serba teratur dan besser als holand
*setelah melihat kondisi belanda itu spt apa.. bener2 indonesia banget*
latief wrote on Apr 19, '05
Sayangnya kita tak pernah berubah, selalu berpusing pada ego kepriyayian.
Mungkin harus punya presiden orang batak kali ya ha..ha..
latief wrote on Apr 19, '05
iniaku said
kenapa dulu kita gak dijajah jerman aja yah, walaupun lebih baik lagi gak dijajah... but at least jerman itu serba teratur dan besser als holand
Ato dijajah Inggris? Biar bisa nyanyi, Indonesia, Truly Asia..
nenden wrote on Apr 19, '05, edited on Apr 19, '05
latief said
Mahap pisan, sumpah bukan saya
tenang aja aku ga nuduh bang latif ko =))
nenden wrote on Apr 19, '05
latief said
Mungkin harus punya presiden orang batak kali ya ha..ha..
coba aja calonin bang,sapa tau bisa kepilih!!
arisemut wrote on Apr 19, '05
nenden said
coba aja calonin bang,sapa tau bisa kepilih!!
Hahahaha..kalo orang batak jadi presiden, bisa2 semua sopir bis gak ada yg taat aturan. Kalo ditangkap, "saudara presiden aku, berani kali kau nangkap. Mau kupecat kau.."
nenden wrote on Apr 19, '05
Hahahaha..kalo orang batak jadi presiden, bisa2 semua sopir bis gak ada yg taat aturan. Kalo ditangkap, "saudara presiden aku, berani kali kau nangkap. Mau kupecat kau.."
walah pan ga semua orang batak jd supir bis/angkot yang jd pengacarapun banyak, kalo kita bertengkar soal uang ongkos kaya'nya main pengacara aja ya..:D
arisemut wrote on Apr 19, '05
nenden said
ga semua orang batak jd supir bis/angkot yang jd pengacarapun banyak
Si Poltak pun bisa sok merayu si Bulan: "Alah bulan, maulah kau sama abang. Selain raja minyak, abang ini sodaranya presiden..." ha..ha..
nenden wrote on Apr 19, '05
=)) no comment ah!! takut bang latif nya marah!! :D
latief wrote on Apr 19, '05
Teu nanaonan atuh neng. Abdi mah batak ti kuningan atuh..
Hidup Persib... tah..
nenden wrote on Apr 19, '05
latief said
Teu nanaonan atuh neng. Abdi mah batak ti kuningan atuh..
Hidup Persib... tah..
=)) jadina teh suku bang latifmah bakun nya.. alis batak kuningan
iya lah hidup persib!!!
iniaku wrote on Apr 19, '05
latief said
Ato dijajah Inggris? Biar bisa nyanyi, Indonesia, Truly Asia..
wah iya tuh bang...
aku ngiri banget sama si idan (orang malaysia), dia gak perlu apply visa ke banyak negara... huh!
kalo dipikir2 yg truly asia itu mah indonesia yah :(
iniaku wrote on Apr 19, '05
nenden said
coba aja calonin bang,sapa tau bisa kepilih!!
kalo gitu, aku calonin abang aja deh jadi presiden :D
latief wrote on Apr 19, '05
iniaku said
aku ngiri banget sama si idan (orang malaysia), dia gak perlu apply visa ke banyak negara... huh!
Iya ya, kita ke Holland kudu pake visa. Godverdomme
latief wrote on Apr 19, '05
iniaku said
kalo gitu, aku calonin abang aja deh jadi presiden :D
Maaf pak SBY, orang2 ini bercanda keliwatan. Silakan pak, maju perut pantat mundur, sampai 2009.
iniaku wrote on Apr 19, '05
latief said
Iya ya, kita ke Holland kudu pake visa. Godverdomme
kalo aku sih Uni Eropa sebagian besar bisa bang, kan punya visa Jerman (visanya Schengen), ke Swiss aja boleh kok kalo cuma 2 minggu tanpa visa
ke Eropa Timur udah bisa (yg anggota baru UE)
cuma itu tuh... ke UK yg gak boleh, sebel!!
iniaku wrote on Apr 19, '05
latief said
Silakan pak, maju perut pantat mundur, sampai 2009.
huahahahahaha... abang bisa aja
*ngebayanginnya aja udah geli gini*
adilla wrote on Apr 19, '05
Apa mungkin kita kebanyakan basa-basi? *bingung*
nisania wrote on Apr 19, '05
jadi inget, waktu esde pernah disuru baris rame2 di pinggir jalan karena wiyogo mo dateng ke kelurahan yang ada di seberang esde ku...
dan waktu smp pernah disuru bebaris2 di pinggir jalan juga sambil mengibar2kan bendera karena presiden mau lewat di dekat sekolahku...
sekarang jadi mikir...
itu idenya siapa ya? aku yakin si presiden juga ga bakal notice sedikitpun kalo ada anak2 bebaris2 di pinggir jalan. orang mobilnya juga ngebut. dan sekarang setelah semakin menydari keberadaan intrik2 dunia, aku jadi curiga jangan2 waktu itu sebenarnya presidennya ga lewat situ...
hihhh...
membodohi anak sekolah toh...bukannya disuru belajar aja baek2...
( sambil teringat cerita tentang presiden polandia yang ikut dalam antrian pencari kerja selepas masa jabatannya...)
latief wrote on Apr 20, '05
iniaku said
cuma itu tuh... ke UK yg gak boleh, sebel!!
Apply dong Sef. Dijamin, di Norwich banyak yg jago masak. Ya Bunda, ya fanty
latief wrote on Apr 20, '05
nisania said
jadi inget, waktu esde pernah disuru baris rame2 di pinggir jalan karena wiyogo mo dateng ke kelurahan yang ada di seberang esde ku...
dan waktu smp pernah disuru bebaris2 di pinggir jalan juga sambil mengibar2kan bendera karena presiden mau lewat di dekat sekolahku...
sekarang jadi mikir...
itu idenya siapa ya? aku yakin si presiden juga ga bakal notice sedikitpun kalo ada anak2 bebaris2 di pinggir jalan. orang mobilnya juga ngebut. dan sekarang setelah semakin menydari keberadaan intrik2 dunia, aku jadi curiga jangan2 waktu itu sebenarnya presidennya ga lewat situ...
hihhh...
membodohi anak sekolah toh...bukannya disuru belajar aja baek2...
( sambil teringat cerita tentang presiden polandia yang ikut dalam antrian pencari kerja selepas masa jabatannya...)
Hahhaaahhaaa..
tadinya bagian ini mau aku masukkan dalam cerita.
Tapi malu, jgn2 ini hanya terjadi di kampungku saja.
Malu kan ketauan kampungan (kayak pejabat aja)
latief wrote on Apr 20, '05
adilla said
Apa mungkin kita kebanyakan basa-basi? *bingung*
Bisa jadi begitu. Krn pejabat mau dapetin jabatan juga penuh basa basi kan
nenden wrote on Apr 20, '05
iniaku said
kalo gitu, aku calonin abang aja deh jadi presiden :D
wah bang latif mesti bikin partainya dulu tuh!.. partai apa namanya bang? jangan pake nama "partai reformasi batak" ya ....=)) ntar pengikutnya orang batak semua, jd ga indonesia donk!
moyas wrote on Apr 24, '05
Hebat, sambil bekerja pun bang Latif masih bisa refleksi keadaan sekeliling. Hanya perlu diingat saja nanti, bang. Kalau sudah jadi pejabat pun, jangan pula minta ditemani orang sekampung kalau mengadakan kunjungan dinas.
latief wrote on Apr 25, '05
moyas said
Kalau sudah jadi pejabat pun, jangan pula minta ditemani orang sekampung kalau mengadakan kunjungan dinas.
Susah kali itu Daeng. Taulah Daeng cemmana orang kampung kami. Semua numpang ngetop ha..ha..
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help