Menatap Tanahair dari Tanah Blair

Blog EntryMenuju Puncak Nomor SepuluhApr 13, '05 3:39 PM
for everyone

Tepuk tangan membahana di ruang House of Common, London. Keriuhan ini mengantar Tony Blair duduk, sehabis mendebat pemimpin Conservative, Michael Howard. Anggota dewan dari partai Buruh pun, ikut berdiri sambil berteriak hear..hear. Ini kata lain dari setuju, yang sempat menjadi koor di DPR Senayan. Belum sempurna Blair duduk, Howard sudah berdiri dan mengeluarkan lemparan. Begitu seterusnya. Tak pernah sekalipun aku lihat Blair menoleh ke belakang, untuk meminta bantuan jawaban dari deputinya, menteri, juga anggota dewan dari Partai Buruh (Labour).

Ini adalah debat rutin reboan, antara pemerintah dan oposisi. Tapi karena kini sudah masuk pekan kampanye, maka debat itu pun seolah debat calon PM, antara kandidat Buruh dan Tory, sebelum pemilu 5 Mei mendatang. Aku menonton debat itu di BBC. Kemeriahan kampanye memang hanya di media. Tak ada spanduk, rapat akbar, juga konvoi motor dan truk terbuka. Satu dua rumah di dekat kami tinggal ada memasang plakat kecil di halaman atau jendela. Selebihnya menggunakan media.

Maka televisi dan koran pun heboh. Televisi macam BBC dan ITV pun menyisakan jam siar dalam segmen khusus pemilu. BBC memanfaatkan bus tingkat yang disulap menjadi studio mini mobil, lengkap dengan Satellite News Gathering, yang memungkinkan mereka live dari mana suka. Bahkan koran kuning The SUN, yang moncer karena gambar perempuan topless di halaman tiga, tak kalah seronok. Namanya koran "jorok", maka idiom pemilu pun diplesetkan sesuai genre mereka. Tiga gadis SUN, disebut Sunderbird, berpose mengenakan underwear sesuai warna tiga partai besar. Merah untuk labour, biru untuk Tory, dan oranye untuk Liberal. Mereka juga mengusung manifesto mani-breast-o.

Tema kampanye pun tak seru. Bebas SPP, tunjangan rumah sakit, lapangan kerja, pengurangan kriminal, pajak, uang pensiun, juga jatah makan siang di sekolah. Tak ada misalnya: "Kami akan menghukum mati koruptor". Atau, "Kami akan meningkatkan taraf hidup masyarakat, menuju Indonesia yang baldtahun thayyibatul wa rabbul ghafur". Juga "Peningkatan peran serta ekonomi lemah, dalam kancah perekonomian global" [Iki opo, rek]...

Tapi jangan main-main dengan isu kampanye yang kedengaran sederhana tadi. Suatu kali Blair berdialog langsung di TV soal dana kesehatan NHS. Ketika masalah gaji pegawai rumah sakit, Blair menolak menaikkan dengan berbagai alasan ekonomi. Lalu seorang suster yang menjadi pendengar, bertanya pada Blair. Katanya, "Tuan Prime Minister, maukah anda mencuci pantat nenek dengan gaji serendah yang kami terima?". Blair tak kuasa menjawab. Beberapa hari kemudian, polling membuktikan, popularitas Blair turun beberapa persen.

Ada untungnya mengangkat isu sederhana pada kampanye. Rakyat, lawan politik, pengamat, akan mudah untuk menilai keberhasilannya. Maka dalam kampanyenya, Tory selalu mendengungkan angka-angka statistik untuk menghantam pemerintahan Blair. Semua karena sederhana dan menukiknya isu. Coba, gimana mau menilai keberhasilan taraf hidup yang baldtahun thayyibatul wa rabbul ghafur. Bikin janji aja kok repot.


18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
dekaakbar wrote on Apr 14, '05, edited on Apr 14, '05
Soal hear..hear..., padahal pak de Iwan Fals sudah mengajari kayak gini juga. "Aku dengar suaramu dari sini, aku dengar.." Harusnya pak de2 DPR bilang gitu juga sama pemilihnya ya Om
republic wrote on Apr 14, '05
di indonesia, politik selalu diidentikan dengan kekuasaan, dan kekuasaan dimaknai sempit sebagai privelege. jadinya kayak ya itu, yusuf kalla ngangkat sodara2nya jadi pejabat negara....
latief wrote on Apr 14, '05
di indonesia, politik selalu diidentikan dengan kekuasaan, dan kekuasaan dimaknai sempit sebagai privelege. jadinya kayak ya itu, yusuf kalla ngangkat sodara2nya jadi pejabat negara....
Belum lagi soal Toyota Camry ya (siapa sih dealer toyota ternama di Indonesia Timur Daeng?). Mungkin ini namanya susah bahagia keluarga bersama
republic wrote on Apr 14, '05
latief said
(siapa sih dealer toyota ternama di Indonesia Timur Daeng?
he he he...yg jelas dulu adiknya pak wapres jadi dealer mobilnya tomi sesulawesi
dedysubandi wrote on Apr 14, '05
he he he...yg jelas dulu adiknya pak wapres jadi dealer mobilnya tomi sesulawesi
itu kan dulu y daeng..kalau sekarang bagaimana?

untuk bang latief.....gambar ke 3...ga ajdi ah...tulisannya nyampur2 y..suroboyana oke rek, sundaan...mangga atuh, atau malah bahasa aslinya..batak?...he2..
tapi memang disana lebih sensitif y...isu sekecil apapun kalau slah malah bisa jadi bumerang..kalau di indonesia..mungkin lebih mudah..asa ada uang..mungkin bisa diusahakan....entahlah...
iwan95 wrote on Apr 14, '05
yusuf kalla ngangkat sodara2nya jadi pejabat negara....
Astaga...masa benar sih? ternyata saya kuper banget yak?......
kok gak abis2 ya masalah bginian?...
tianarief wrote on Apr 14, '05
iwan95 said
Astaga...masa benar sih?
nyesel juga sejak awal-awal nggak ngaku sodara sama om yusuf. :))
iwan95 wrote on Apr 14, '05
nyesel juga sejak awal-awal nggak ngaku sodara sama om yusuf. :))
hehehehe.....
betul juga ya....dulu gak diabadikan lewat foto pas sempet deket ama dia....=(
OK deh saya gak akan mengulangi hal yg sama...
Mas2, mBak2, Oom2, Tante2 Foto bareng yuk....=))
ingwuri wrote on Apr 14, '05
latief said
maukah anda mencuci pantat nenek dengan gaji serendah yang kami terima?
Wah jika pertanyaan itu disampaikan kepada SBY bisa kena pasal penghinaan kepala negara nih. Atau terkena delik perbuatan tidak menyenangkan. subversif. pasal karet.
irmawan wrote on Apr 15, '05
Bang, walkot Depok pilih sapa nih? Badrul Kamal apa Nur Machmudi Ismail?? hayooo
Hayo berani nggak transparan dukungnya? hayoo ...
hehehe maksa nih ...
tianarief wrote on Apr 15, '05
irmawan said
walkot Depok pilih sapa nih?
Nur Machmudi Ismail dong! *sayang sekali, aku belum jadi warga Depok* :)
ingwuri wrote on Apr 15, '05
Nur Machmudi Ismail dong!
karena jenggotnya neeh?
tianarief wrote on Apr 15, '05
ingwuri said
karena jenggotnya neeh?
bukan. karena lebih keren! hahaha.
Comment deleted at the request of the thread owner.
latief wrote on Apr 15, '05
Yach NMI lah. Paling gak partai pendukungnya melek informasi
latief wrote on Apr 15, '05
ingwuri said
Wah jika pertanyaan itu disampaikan kepada SBY bisa kena pasal penghinaan kepala negara nih. Atau terkena delik perbuatan tidak menyenangkan. subversif. pasal karet.
Gak lah. Paling dipindah ke gunung jayawijaya ha..ha..ha.
moyas wrote on Apr 24, '05
latief said
Bikin janji aja kok repot.
Janji tinggal sekedar janji. Lagi-lagi, senang saya baca liputan bang Latief. Karena setiap jam 6 sore saya suka nonton BBC News yang disiarkan di AS, tau juga kalau UK sedang kampanye dalam rangka pemilu sebentar lagi.

latief wrote on Apr 25, '05
moyas said
setiap jam 6 sore saya suka nonton BBC News yang disiarkan di AS, tau juga kalau UK sedang kampanye dalam rangka pemilu sebentar lagi.
Jadi udah mantap nih pilihannya: Blair apa Howard. Daeng bantu dulu aku jelasin, kenapa warga AS dan UK tidak terpengaruh dgn kebijakan Bush dan Blair dalam invasi ke Irak. Buktinya Bush kepilih lagi, dan Blair popularitasnya tetap tinggi
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help