Menatap Tanahair dari Tanah Blair

Blog EntryMogok yang TersogokApr 1, '05 9:11 PM
for everyone

Aku terbangun karena bantingan pintu di lantai bawah. Kaget sesaat lalu, aku lirik jam. 1.30 am. Pasti Daniel, housemate kami, baru pulang dugem. Aku berasa lapar. Lama sekali aku terlelap rupanya. Sejak pulang kerja tadi sore, aku mulai tidur. Ini gak biasa. Belum pernah sekalipun aku tidur siang selama disini. Kenapa aku berasa lelah ya?

Pegal dan linu persendian dan kempol-kempolku sudah mulai Selasa lalu. Paginya, entah aku telat atau bisnya yang mangkir, aku terdampar di halte York Street 40 menit. Jam 6.35 hingga 7.15 pagi. Hanya bermodal jaket tipis, di udara 8 derajat. Sinusitis itu pun beraksi. Maka, seharian aku bersin dan hidung meler. Seninnya, karena easter monday merupakan bank holiday, bis mulai pukul 9. Aku pun terpaksa ber kring-kring goes goes (a.k.a naik sepeda). Coba ini di Depok. Pasti udah minta pijit sama Engkong atau Mbak Mur.

Nah, selasa itu aku sudah berpikir untuk pulang. Tapi, karena berharap Rabu dan Kamis ada mogok kerja, aku bertahan. Apalagi pukul 12 ada rapat union. Eh, gak taunya, mogok ditunda, saudara-saudara. Rapat pun berlangsung panas. Aku merasa, pimpinan union dan strike committe terbeli. Aku gak tau, ini naluri jurnalistik atau alam bawah sadar yang terbentuk karena kehidupan panjang di negeri yang penuh misteri sogok menyuap.     

Sebetulnya, peduli setan dengan mogok dan naik gaji itu. 4,85 Pound (kl. Rp 75 ribu) per jam, itu jumlah yang sangat-sangat besar buatku. Jangankan dibanding dengan UMR di Indonesia, dengan gajiku saja yang berposisi semi manager (ck..ck..ck..manager cing!), jumlah itu masih jauuuhhh. Kenaikan ini hanya penting bagi pekerja dari Norwich. Karena mereka akan selamanya bekerja disini, dan tau betapa jumlah ini kecil dibanding pekerja kelas lain.

Makanya, aku jadi sedikit dari pekerja dari negara non Inggris yang ikut aksi ini. Bukan sok-sokan. Aku mau belajar. Melihat dan merasakan. Seperti rapat hari ini. Aku yakin banyak pikiran serupa sepertiku pada kepala orang-orang ini: union terbeli. Sebab paginya, ada rapat antara perusahaan dengan Union. Lalu, kenapa orang-orang Union yang biasanya provokatif, kini menjadi corong perusahaan. Hebatnya, tak ada itu yang lompat meja, nyerocos tanpa dipersilakan, apalagi lempar kursi.

Aksi ini juga mengikuti aturan hukum yang jelas. Negosiasi panjang, demo, jajak pendapat menentukan mogok atau tidak, dan progres mogok. Tiga minggu setelah hasil jajak pendapat diserahkan, baru mogok boleh dimulai. Hanya 2 hari dalam sepekan. Minggu depannya, 3 hari, 4 hari, dan 5 hari. Semuanya tertata. Dan dijamin, anggota Union tidak mendapat masalah karena kesertaannya.

 

"Di negaramu gak kayak gini ya", kata seorang bapak.

"Eitss... tunggu dulu. Silap anda. Kebebasan berserikat dan berkumpul di negara saya diatur dalam konstitusi. Pasal 28. Terkenal itu"

"Tapi kok demo sering ada bentrok dengan polisi" (eh, ngejar doi)

"Oo.. itu beda. Itu dinamika bos. Saking semangatnya kami menyalurkan aspirasi. Kalau kami demo kreatif. Gak kayak kalian. Kering dan membosankan"

Ada lagi yang mengaitkan dengan agama. "Negaramu kan the biggest Moslem country. Gak boleh demo dong ya". Apa hubungannya pak. Aturan di negara kami itu tak kalah dengan aturan di negara kalian. Bedanya, pada pelaksanaan doang.

Ah, aku makin lapar rupanya. Makan dulu ya...   


14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nenden wrote on Apr 2, '05
ya udah demonya tunda dulu, mendingan makan aja!! khan demo kalo ga ada tenaga alias lemes kelaperanma ga bakal rame atuh demona alias pasti tidur kelaperan... pokonya ya.... jangana lupa makan, tapi ga boleh juga hmmm... hidup hanya untuk makan, oke kang eh mas eh bang..!! :D
latief wrote on Apr 2, '05
nenden said
kalo ga ada tenaga alias lemes kelaperanma ga bakal rame atuh demona
Lamun lapar mah, kudu milu demo masak atuh ya neng
bambangpriantono wrote on Apr 2, '05
Dimana-mana demo masak itu paling asoi geboi, bikin kenyang dan tentram
latief wrote on Apr 2, '05
Dimana-mana demo masak itu paling asoi geboi, bikin kenyang dan tentram
Apalagi kalo yg masak bonita happarega ya senor. Amigo..
mryasha wrote on Apr 2, '05
Beda ya kalo yg demo makannya fish and chips dibandingin yg demo makannya pecel lele ama kerupuk... Padahal sama ikan digoreng...
latief wrote on Apr 2, '05
mryasha said
Beda ya kalo yg demo makannya fish and chips dibandingin yg demo makannya pecel lele ama kerupuk... Padahal sama ikan digoreng...
Bisa aja elo, Sha...
Bedanya ada pada sambel dong.
fanty wrote on Apr 2, '05
latief said
sambel
Beh, jangan ngomongin sambel...
sensitif nih Beh, cabe terbeli
nah terasi kelupaan kemaren...
ya ga Bun?
nenden wrote on Apr 2, '05, edited on Apr 2, '05
enya leres pisan kang, mending ge demo masak! pengetahuan bertambah hmm tentunya soal masakan nya.. teras patuangan ge wareg!!
Soalnya kalo perut kenyang orang cenderung diam dan ga bakalan demo lagi, kebanyakan orang demo ga pernah jauh jauh dari urusan perut!!
leres teu kang? buktinya di tempat akang yang demo kan minta kenaikan gaji, yang artinya urusan perut juga khan?
mryasha wrote on Apr 2, '05
Sambal? I'd prefer Tartar Sauce atau Horseradish sauce... he he he... Sambal bisa bikin overkill aja on the taste buds :-)
bambangpriantono wrote on Apr 2, '05
Rapariga, Senhor..Kalo di Brasil, Rapariga itu artinya bukan cewek baik2. Kalo di brasil mah, Uma bonita Moca (baca Mosa)..hehehehehe....kan anda sudah punya marida disini. huehehehe
republic wrote on Apr 2, '05
mryasha said
pecel lele ama kerupuk
i miss this kind of food. makan di warung tenda balubur (almarhum) di samping got he he he....mantap pisan nya.
latief wrote on Apr 3, '05
makan di warung tenda balubur (almarhum) di samping got he he he....mantap pisan nya.
Nasinya nambah, sama minta kuah sop. Sambil denger pengamen nyanyi: "Nasiiiibbb anak kos..." ha..ha..
latief wrote on Apr 3, '05
nenden said
buktinya di tempat akang yang demo kan minta kenaikan gaji, yang artinya urusan perut juga khan?
Gak perut lagi. Udah bergeser naik: liburan. Biar pekerja kelas bawah, mrk banyak yg pernah ke Bali, Bunaken, Phuket
nenden wrote on Apr 4, '05
oh jd begichu... ya lah tarik mang!!!
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help