Menatap Tanahair dari Tanah Blair

Blog EntryIri dari Gunung PutriMar 26, '05 8:03 AM
for everyone

Spring at UEASpring at UEASpring at UEA
Spring at UEASpring at UEASpring at UEA

Matahari bersinar terik sejak pagi. Sore sepulang kerja, aku bergabung dengan Ari, Fanty, dan Ima yang sedang bermain di danau. Aku dapati lapangan belakang kampus UEA, yang berbatas dengan danau sungguh ramai. Ada yang main bola, kasti (mereka menyebutnya softball), frisby (lempar-lemparan piring), jogging. Ada juga yang tidur-tiduran memadu kasih. Berlari, berteriak, bercumbu, semuanya demi matahari yang datang hanya sebentar ini. Demi matahari pula, koleksi baju dengan bahan seadanya yang selama ini terhimpit di almari, keluar.

Aku kirim email dan foto ini kepada beberapa teman di Jakarta. Salah satu dari mereka, Mung membalas dengan nada serupa.

Sore kemarin, aku berkeliling kompleks Gunung Putri. Sudah lama tak jalan-jalan dengan Izzah. Maklum ayahnya sibuk, terkadang shift sore, dan sesekali malam. Kami naik motor ke sebuah danau di ujung kompleks. Disana banyak yang sedang nyuci. Ada yang pakai kemben model Mak Wok. Dibalik belukar terdengar jelas suara buldozer menderu. Kata seorang bapak, itu adalah pekerjaan perluasan kompleks sebelah, yang nantinya akan menutup danau ini.

Mung memberiku persfektif yang bagus, betapa pembangunan tak selalu menghasilkan kebajikan. Setahun kemuka, anaknya Izzah tak lagi kenal danau, kecuali mereka mau bersusah payah ke Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Tondano (Sulawesi Utara), atau Danau Singkarak (Sumatera Barat). Padahal ketika memilih rumah di luar kota itu, Mung menginginkan nuansa alam. Gunung Putri ada di Bekasi ujung bersisian dengan Cikeas, tempat Presiden RI memilih tinggal sebelum jadi presiden.

Tak elok membandingkan Norwich yang kecil dengan Bekasi, daerah penyangga ibukota, yang sebentar lagi masuk bagian kota megapolitan itu. Tapi, apakah Bekasi langsung sebesar ini ketika menjelma menjadi kota. Tua mana ia dengan Norwich, yang sudah meng-kota sejak abad XII. Jawabnya ada pada pengmabil kebijakan dalam menata kota. Ini kota mau jadi apa. Kota yang ramah pada warganya, kota yang terus-terusan membangun, kota yang mengedepankan fungsi ekonomi melupakan fungsi humanis, atau apa saja.

Aku sedang membaca koran lokal Norwich, tentang usulan warga agar satu lapangan parkir di kota di-demolish diganti dengan lapangan hijau, ketika ada panggilan telepon. Rupanya Indah, teman sekantor yang sesama anggota PRD (Persatuan Rakyat Depok). Indah nyerocos, entah senang entah kesal, bahwa nanti kalau aku pulang akan bingung. Depok sudah jadi kota besar. Sekarang sedang bersiap membangun apartemen, town square, jalan tol, ITC, mall De Margo, etc...

Tiba-tiba bus direm mendadak. Aku nyaris terlempar. Rupanya ada kelinci yang menyeberang. Ciiiitttt....!!!!
(Catatan: Mung, kapan terakhir si Izzah liat kelinci dan tupai?)


adesiti wrote on Feb 13, '06
Ini bang latief suaminya Arie Siregar ya? Oala....
latief wrote on Feb 13, '06
Ini titi temannya Ari ya. Oalah...
irmawan wrote on Feb 15, '06
oalaaaah...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help