Menatap Tanahair dari Tanah Blair

Blog EntryMusim Yang MenduaFeb 27, '05 3:28 PM
for everyone

klik utk 20 foto lainMalam yang basah. Juga beku. Aku memandangi salju bak buliran ribuan kapas melayang menjejak bumi. Sesekali ada yang hinggap di kaca jendela tempat aku melongok. Mobil mobil dan jalan raya sudah putih bersaput salju. Sepasang anak manusia melintas dibawah. Cekikikannya membuatku menatap lebih lama. Si perempuan melempar pacarnya dengan bola salju. Lalu si lelaki menyauk es di kap mobil. Mereka berkejaran di malam dingin ini. Pasti mereka sedang menyesap cinta yang putih dan selembut salju.



















pagisiangsubuh

Minggu 10 am

Minggu 02 pm

Senin 06 am

Aku tersenyum. Tapi hatiku mendua. Senang karena akhirnya bisa melihat salju, yang gagal datang pertengahan januari lalu. Sedih, karenja besok pagi aku harus bekerja keras menjaga atrium --main entrance-- Rumah Sakit tetap bersih. Tak apalah capek sedikit, tokh ini hanya setahun sekali. Lagipula, kapan lagi bisa berjalan di atas es. Maka nikmatilah.

Sebetulnya sekarang sudah musim semi. Ditandai dengan pergantian pakaian yang bergantungan di etalase toko, menjadi spring collection. Aku masih terus menatap. Persis dibawah lampu jalan, berdiri tegak pohon tanpa daun. Ajaib, sudah lebih 2 bulan ia tak berdaun, tapi masih tetap hidup.
Aku harus segera tidur. Sebelum berangkat ke peraduan, nun jauh di lubuk hati, selarik Ayat Suci mengalun: "Maka nikmat Allah yang mana lagi, yang hendak kamu dustakan?




SHORT CUT: Hikmah | Rana | Cerita| Portfolio | Ketjap Dapoer

iniaku wrote on Feb 27, '05
wah kalau hati yang mendua gimana yah bang
tapi sih kayaknya lagi mengempat nih =))

kadang2 winter, spring, summer eh tiba2 fall
hahahaha

*lagi pengen ketawa*
latief wrote on Feb 27, '05
iniaku said
wah kalau hati yang mendua gimana yah bang
tapi sih kayaknya lagi mengempat nih =))
Ati2 jadi mengenam, plus banjir dan kemarau =))
sepasangmatabola wrote on Jun 23, '06
salju emang cantik, mas, tapi aku wegah kedinginen. spring kemarin rada kering, sekarang summer di sini malah banyak hujannya. salam sastra pembebasan, mas!
latief wrote on Jun 24, '06
sekarang summer di sini malah banyak hujannya.
biar hujan, summer ttplah indah.
terutama para wanita itu heheheheheheheeee
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help