
Entah apa yang harus disampaikan kepada
Grandpa Alexander Graham Bell. Berkat temuannya, "mesin bicara elektronis" yang sekarang disebut telepon, jarak menjadi kehilangan makna. Internet menggenapinya, dengan membuka sekat jarak, budaya, agama, menjadi sebuah
silaturrahmi global dan segera.
Multiply melengkapinya, dengan melela masuk hingga kamar tidur, dan yang terpenting menembus ruang hati, untuk saling mengenali. Mulai dari Lhok Seumawe hingga Malawi, Merauke sampai Maroko. Menyatukan orang Bugis dan orang Paris. Membicarakan berbagai hal, dari teknik memasak ikan rowa, sampai analisis jender Nitia Rao.

Jika anda mendapat ajakan menjadi
contact, Multiply mengirim pesan:
[..the goal is not to build the biggest network, but to have a meaningful network, that reflects your real relationships...] Ya, itulah makna besar dari
silaturrahmi, membangun persaudaraan penuh makna. Tapi silaturrahmi yang membersitkan "kekecewaan" akan mengikis pahala dan mengurangi halwa persaudaraan. Anda telat datang, mungkin
kecewa karena tidak kebagian cerita terbaru. Anda datang terburu-buru, ternyata
kecewa karena tak ada sajian apa-apa.
Sungguh, aku tak ingin kita seperti itu. Maka, untuk menghindari itu semua aku permaklumkan saja,
laman bersahaja ini akan diperbarui setiap
Senin dan
Kamis. Kecapnya: "Awali awal pekan anda dengan berkunjung kesini". Semoga ini bukan kecap belaka. Aku akhiri saja. Tabeek.