Menatap Tanahair dari Tanah Blair

Blog EntryBom AsmaraJan 15, '05 9:55 AM
for everyone
Apa yang harus kita sampaikan kepada bapak polisi kita. Hanya dalam 24 jam, pengancam bom di Kedubes Thailand dan Inggris tertangkap, tanpa kontak senjata. Pelaku, perempuan berumur 22 tahun, dinyatakan steril dari kelompok teroris aliran manapun. Misteri pengungkapan pelaku ini berliku. Pokoknya susahlah ditangkap nalar awam. Maklum, ini kerjaan intelijen.



Begini ceritanya. Malam jumat, polisi, tiba2 bergerak menyisir dua kedutaan negara sahabat. Jurubicara Polisi Jakarta bilang, informasi adanya bom itu, diterima langsung oleh Wakil Kapolda Jakarta. Hasilnya nihil. Besoknya, jenderal bintang dua, orang nomor dua bidang reserse Polri bilang, informasi peledakan diperoleh dari jaringan intelijen. Opo ora hebat.

Eng..ing..eng.., Jumat, 14 Januari malam waktu Jakarta, polisi membekuk seorang perempuan. Dialah yang mengirim SMS berisi ancaman bom, supaya pacarnya, seorang polisi yang berjaga di Kedubes Thailand urung pulang kampung. Oalaahh nduk bom kok dijadikan mainan. Sana ke mall, main bombomcar. Zulfa, perempuan sekolah D-3 itu, mungkin kebanyakan nonton infotainment. Ia mungkin terinspirasi dengan Reza, yang dalam kasus perceraiannya diwarnai ancaman bom dan penculikan.

Lalu, setelah membaca cerita ini, apa yang harus kita sampaikan kepada bapak polisi dan intelijen kita?

tianarief wrote on Jan 17, '05
koreksi pak, kata koran Ibukota, pacar Zulfa itu katanya polisi. Ia tidak rela pacarnya pulang kampung. sebagai protes, ia ingin bikin sensasi dgn sms bom itu. ternyata, akibatnya sungguh sangat serius. ia kini terbaring di rs mintoharjo jakarta, krn menderita depresi berat
latief wrote on Jan 17, '05
Makasih koreksinya Kang.
Kasian sih si Zulfah itu. Tapi, kalo gak teges, bisa2 bom jadi mainan ya
tianarief wrote on Jan 17, '05
iya. itu namanya mengganggu kepentingan umum. banyak pihak yg terkena lho, gara2 sms iseng itu
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help