
Aku sedang menikmati keindahan
big ben dan
house of parliament yang disiram kilau matahari, ketika mataku tertumbuk pada sesuatu yang sangat akrab. Kerumunan wartawan, lengkap dengan tripod dan kamera. Aku segera mendekat. Rupanya mereka sedang menunggu keputusan tim pencari fakta kasus "Nannygate" yang melibatkan Menteri Dalam Negeri Inggris (mantan) David Blunkett.

Blunkett, politisi buta yang kemana-mana selalu ditemani anjing kesayangannya, dipersalahkan karena mengirim
katebelece. kepada Dirjen Imigrasi, agar mempercepat pengurusan visa inang pengasuh untuk anaknya dari hubungan gelap. Berkat surat sakti itu, si inang asal Filipina memperoleh visa dalam 52 hari, dari yang semestinya 172 hari. Blunkett sudah mundur pekan lalu, bukan karena skandal seks semata, tapi karena turut campur dalam masalah visa. Ah, sial betul nasibmu Blunkett. Coba kau pejabat di Indonesia.

Media memang memberi perhatian serius pada kasus ini. Di belakang kantor Depdagri itu, ada empat van SNG, yang mengangkut peralatan untuk siaran langsung. Ada BBC, Sky-News, dan ITN. Mumpung, aku pun berpose disela mereka menunggu siaran.
Malamnya ketika akan pulang ke Norwich, di Victoria Station aku lirik koran sore, Blunkett dinyatakan bersalah. Rupanya langkah
gentleman mundur, dan menghentikan 30 tahun karir politiknya, belum cukup untuk mengakhiri penderitaan Blunkett.
Di bis, sebelum tertidur, aku ingat
Reza. Bukan karena ia bersuamikan politisi dan sedang dibelit masalah cinta. Tapi karena Reza melantunkan lagu "cinta 'kan membawaku" dengan sangat merdu. Aih, cinta...!!!