
Membaca berita dari tanah air, sungguh bikin miris dan meringis. Belum usai kasus kematian tokoh HAM Munir, yang diduga diracun, kini giliran Wapres Jusuf Kalla yang nyaris di-arsen. Ceritanya, waktu JK mau makan-makan di Bali bersama 28 pimpinan partai Golkar. Untung JK petinggi negara, sehingga racun yang siap-siap masuk lewat soto itu, urung membakar tenggorokan dan lambung. Bayangkan kalau itu terjadi, orang-orang pintar yang mewakili kepentingan rakyat itu akan muntah darah massal. Maka kamus politik Indonesia akan bertambah panjang, dengan masuknya entri "Tragedi Soto Berdarah".

Itulah jagad politik. Makanya orang berebutan lari kedunia infotainment, yang sarat dengan hiburan. Kalaupun ada konflik, paling seputaran P3NTR (Pergaulan, Perdietan, Perselingkuhan, Nikah, Talak, dan Rujuk). Tapi aduh biyung, perceraian pasangan artis Reza Artamevia dan Adji Massaid sungguh bikin seram. Tiba-tiba saja Reza menghilang. Diculik. Padahal dia bukanlah aktivis, meskipun
bapak anak-anaknya [ini kata yang aman dibanding "bekas suami" karena belum resmi cerai, atau "suami" padahal sudah gak saling sayang] adalah tokoh politik. Anggota DPR,
je..!.

Selain "hilang", perceraian ini juga berbau terorisme. Adji mengadu, rumahnya diancam dibom, sehingga pasukan gegana pun segera bertindak. Untunglah ini hanya isu. Coba kalau terjadi, khan bisa bikin malu CIA dan FBI. Mereka pastilah buru-buru berteriak: Ini teroris, Al Qaidah, Baasyir, Amrozi. Eh, setelah diselidiki, belaka kasus perceraian.
Emang sih, sebagai public figur, privasi termasuk kehidupan rumah tangga, menjadi santapan umum. Tapi kata anak-anak gaul, kasus rumah tangga,
guweeituu lho. Udah ya, piss dong piss. Udah dulu ya, kebelet pipis.